Tampilkan postingan dengan label Devi Yanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Devi Yanti. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

Refleksi Kelompok 3, DEVI YANTI

ANALISIS WACANA
(Refleksi Tokoh Ideologi dan Konteks Sosial)

Dosen :  Dr. Gusnawaty, M.Hum.

DEVI YANTI
NPM : P0500214001


A.   Pengertian Ideologi
·           Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata idea dan logic yang artinya adalah pengucapan dari yang terlihat atau pengutaraan apa yang terumus di dalam pikir sebagai hasil dari pemikiran.
·           Menurut KBBI (2007:417) ideologi adalah :
1.  Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup;
2.  Cara berpikir seseorang atau suatu golongan;
3.  Paham, teori dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.
·           Menurut kamus Sosiologi (Sukanto, 1985; Darma, 2009) ideologi adalah :
1.    Perangkat kepercayaan yang ditentukan secara sosial;
2.    Sistem Sosial yang melindungi kepentingan golongan elit;
3.    Sistem kepercayaan.

Ada beberapa tokoh yang memiliki ideologi yang berkaitan dengan AWK berdasarkan paparan kelompok 4 yaitu Michel Foucault, Roger Fowler, Robert Hodge, Gunther Kress, Tony Trew, Theo Van Leeuwen, sara Mills, Teun A. Van Dijk dan Norman Fairclough.

Dari pemikiran pemikiran para tokoh tersebut dapat ditarik persamaan dan perbedaan dalam menggali ataupun memahami konsep analisis wacana kritis dan konteks sosial yaitu :

ü  Persamaan
1.    Ideologi menjadi bagian yang paling sentral bahkan yang paling penting.
2.    Kekuasaan menjadi bagian yang sentral dalam setiap analisis.
3.    Semua model berpandangan bahwa wacana dapat dimanipulasi oleh kelompok dominan atau kelas yang berkuasa dalam masyarakat untuk memperbesar kekuasaannya.
4.    Menggunakan unit bahasa sebagai alat dan menampilkan proses linguistik dan strategi wacana untuk menampilkan diri sendiri secara baik dan pihak lain secara buruk, itulah yang menjadi konsentrasi utama semua model analisis wacana

ü  Perbedaan
Terletak pada bagaimana hubungan antara teks dengan konteks sosial masyarakat itu hendak dijelaskan.

Analisis Wacana Kritis berdasarkan Teori Michel Foucault



ANALISIS WACANA
(Analisis Pemikiran/ Teori Michel Foucault dalam sebuah Teks Wacana)
Dosen :  Dr.Gusnawaty, M.Hum.

DEVI YANTI
NPM : P0500214001




Yakult (ヤクルト Yakuruto?) adalah minuman probiotik mirip yogurt yang dibuat dari fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteriLactobacillus casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan.
Namanya berasal dari jahurto, bahasa Esperanto untuk "yoghurt". Yakult ditemukan oleh doktor Minoru Shirota pada 1930. Pada 1935, ia mendirikan Yakult Honsha Co., Ltd. (株式会社ヤクルト本社 Kabushiki-gaisha Yakuruto Honsha?) untuk memasarkan minuman ini. Sejak saat itu, Yakult telah memperkenalkan berbagai minuman yang mengandung bakteri Bifidobacterium breve, dan telah menggunakan lactobacilli untuk mengembangkan kosmetika. Yakult Honsha juga memainkan peran penting dalam penelitian obatkemotrapi irinotecan.
Yakult juga memiliki salah satu tim bisbol terbesar di Jepang, Tokyo Yakult Swallows.
Saat ini, Yakult diproduksi dan dijual di JepangAsiaAustraliaAmerika Latin, dan Eropa, walaupun bakterinya masih diimpor dari Jepang. (id.wikipedia.org/wiki/yakult)







Michel Foucault adalah salah satu tokoh analisis wacana kritis. Dia memiliki latar belakang keluarga dari kalangan medis. Meskipun Foucault lebih tertarik mendalami bidang filsafat tetapipemikiran Foucault berkaitan erat dengan bidang medis. Pengetahuan dan kekuasaan adalah salah satu konsep Foucault yang menarik karena Foucault  mendefinisikan kuasa agak berbeda dengan para ahli lain. Kuasa oleh Foucault tidak diartikan “kepemilikan”. Kuasa menurut Foucault tidak dimiliki tetapi dipraktekkan dalam suatu ruang lingkup tertentu dimana ada banyak posisi yang secara strategis berkaitan satu sama lain (Eriyanto,2001:65) . Foucault juga lebih berbicara mengenai bagaimana kuasa dipraktikkan, diterima, dan dilihat sebagai kebenaran dan berfungsi dalam bidang tertentu. Foucault memiliki kekhasan yaitu dia senantiasa selalu mengaitkan kuasa dan pengetahuan. Bagi foucault, kekuasaan terakumulasi melalui pengetahuan, dan pengetahuan selalu punya efek kuasa.

“kekuasaan menghasilkan pengetahuan. Kekuasaan dan pengetahuan secara langsung saling mempengaruhi...tidak ada hubungan kekuasaan tanpa ada konstitusi korelatif dari bidang pengetahuannya...” (Michel Foucault,1995:27). Foucault meyakini bahwa kuasa tidak bekerja melalui represi, tetapi melaui normalisasi dan regulasi. Kuasa tidak bekerja secara negatif dan represif, melainkan dengan cara positif dan produktif.

Dari deskripsi teori diatas dapat saya simpulkan bahwa menurut pandangan Foucault konsep kata “kuasa/Kekuasaan” tidak hanya berhubungan dengan pemerintahan tetapi terkait juga dengan kemampuan/daya upaya untuk menghasilkan sesuatu dibidang ilmu pengetahuan yang pada hakekat nya nanti akan bermanfaat untuk kemashlahatan manusia. Dalam hal ini saya mengambil teks wacana tentang produk minuman probiotik Yakult yaitu minuman probiotik mirip yogurt yang dibuat dari fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteri Lactobacillus Casei. Karena L. Casei Shirotadapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan. Yakult diproduksi dan dijual di jepang, Asia, Australia, Amerika latin dan Eropa. Walaupun bakteri nya masih diimpor dari Jepang. Meskipun banyak produk minuman probiotik yang lain akan tetapi Yakult memiliki banyak peminat yang cukup signifikan dibanding produk minuman probiotik yang lain.

Mengapa saya dapat kemukakan bahwa teks wacana tentang produk yakult ini memuat juga konsep Pemikiran Foucault karena dari definisi yang diberikan Foucault, terungkap bahwa wacana adalah alat bagi kepentingan kekuasaan dan ilmu pengetahuan. Dapat kita garis bawahi pada wacana di atas bahwa produk minuman probiotik yakult diproduksi, dijual dan tersebar di beberapa negara tetapi bakteri nya tetap masih harus impor dari Jepang. Hal ini menandakan bahwa Jepang memiliki kendali /kuasa dalam proses produksi produk tersebut, hanya saja memang pemasarannya memang sudah tersebar di beberapa negara. Hal ini sejalan dengan pemikiran Foucault bahwa kuasa memiliki keterkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan kuasa tersebut bekerja dengan cara positif dan produktif. Bagi foucault, kekuasaan terakumulasi melalui pengetahuan, dan pengetahuan selalu punya efek kuasa.

Produk minuman Probiotik tersebut diminati karena berdasarkan wacana baik teks maupun lisan yang dipaparkan di media sosial, Yakult memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan manusia, seperti dalam slogannya “sudahkah anda minum Yakult hari ini, Saya minum Dua”. Sayapun dan keluarga termasuk peminat produk minuman probiotik tersebut.Padahal seperti yang dipaparkan didalam komposisi produk tersebut, didalam produk tersebut terkandung bakteri.Seperti kita ketahui bakteri itu ada yang baik untuk tubuh dan ada yang tidak. Bakteriyang tidak baik untuk tubuh manusia disebut bakteri Patogen. Itulah hebatnya ilmu pengetahuan, Bakteri yang sebelumnya dikenal merugikan bagi tubuh tetapi berdasarkan penelitian justru ada yang memiliki manfaat untuk sistem pencernaan manusia. Hal ini pun selaras dengan pemikiran Foucault bahwa pandangan kita tentang suatu objek dibentuk dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh struktur diskursif yaitu pandangan yang mendefinisikan sesuatu bahwa yang ini benar dan yang lainnya tidak.  Pandangan manusia ataupun konsep pemikiran manusia dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang tentu saja harus dibuktikan di dalam proses penelitian yang valid.



Refleksi Kelompok 2, DEVI YANTI



ANALISIS WACANA

(Refleksi Linguistik Kritis Versus Analisis Wacana Kritis)

Dosen :  Dr.Gusnawaty, M.Hum.



DEVI YANTI
P0500214001



Bahasa tidak hanya sebagai alat atau media komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk menganalisis suatu masalah atau gejala sosial yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini juga erat kaitannya dengan linguistik kritis dan analisis wacana kritis.
Linguistik kritis (critical linguistics) merupakan kajian ilmu bahasa yang bertujuan mengungkapkan relasi-relasi antara kuasa tersembunyi (hidden power) dan proses-proses ideologis yang muncul dalam teks-teks lisan atau tulisan (Crystal,1991: 90 dalam Santoso,2007:5)
Dengan kata lain berdasarkan pendapat diatas dapat dikatakan bahwa linguistik kritis merupakan kajian ilmu bahasa yang menganalisis mengenai hubungan-hubungan kekuasaan tersembunyi beserta proses-proses ideologis yang terdapat dalam teks-teks lisan maupun tulisan.
Untuk memahami perbedaan antara analisis wacana dan analisis wacana kritis kita dapat perhatikan kasus berikut. melalui analisis wacana, sebagai contoh; keadaan yang rasis (Perbedaan Ras) , seksis, atau ketimpangan dari kehidupan sosial dipandang sebagai suatu common sense, suatu kewajaran/alamiah, dan memang seperti itu kenyataannya. Analisis wacana kritis melihat bahasa sebagai faktor penting yakni bagaimana bahasa digunakan untuk melihat ketimpangan kekuasaan yang yang terjadi di masyarakat. Oleh sebab itu kata kuncinya analisis wacana kritis menyelidiki bagaimana melalui bahasa kelompok sosial yang ada saling bertarung dan mengajukan versinya masing-masing. Sekalipun berangkat pada basis yang sama yaitu linguistik, tetapi karena mendapat pengaruh dan paradigma yang berbeda analisis wacana kritis mempunyai prinsip-prinsip yang berbeda dengan analisis wacana.
Jorgensen and Philips (2007), menyebut bahwa analisis wacana kritis adalah pendekatan konstruktivis sosial yang meyakini bahwa representasi dunia bersifat linguistik diskursif, makna bersifat historis dan pengetahuan diciptakan melalui interaksi sosial. Itulah sebabnya analisis wacana kritis bersifat inter/multidisiplin dan persentuhannya dengan ilmu sosial, politik, dan budaya tak terelakkan. Dalam banyak literatur, analisis wacana kritis sering disebut sebagai metode analisis yang mempertemukan ilmu bahasa (linguistik dan susastra) , sosial, politik, dan budaya.
     Dari deskripsi teori diatas dapat dipahami bahwa pada hakikatnya Linguistik Kritis/Analisis Wacana bersifat mikro dan Analisis Wacana Kritis bersifat makro karena dapat berkaitan dengan dengan disiplin ilmu yang lain seperti pemerintahan, medis, sosial, budaya, politik dan sebagainya. Penerapan Linguistik Kritis/Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kritis dalam hal ini disingkat AWK dapat kita temui dalam permasalahan politik yang terjadi dinegara kita, Indonesia. Sebagai contoh hukuman mati yang diterapkan negara kita kepada pengedar narkoba. Baru-baru ini, negara asing, Australia memberikan nota keberatan terhadap pemerintah Indonesia atas akan dilaksanakannya hukuman mati terhadap warga negaranya yang tertangkap oleh penegakhukum kita karena mengedarkan narkoba. Nota keberatan tersebut disampaikan perdana menteri Austalia dan Menlu Australia kepada pemerintah kita, dalam menyikapi hal ini Presiden Indonesia memberikan pernyataan bahwa beliau menegaskan tidakada grasi bagi pengedar narkoba. Dalam pernyataan tersebut Linguistik Kritis/Analisis Wacana memandangbahwa pernyataan Presiden Indonesia, Joko widodo tersebut sebagai sesuatu yang wajar/ alamiah sebagai tanggapan atas nota keberatan dari pemerintahan negara asing, akan tetapi AWK memandang bahwa pernyataan presiden tersebut menegaskan bahwa negara kita adalah negara yang berdaulat, pelanggaran hukum yang terjadi diwilayah kesatuan republik Indonesia (NKRI) harus mendapatkan penanganan yang serius, terlebih lagi terhadap  kasus peredaran narkoba yang memberikan dampak buruk yang begitu signifikan bagi perkembangan Remaja Indonesia yang merupakan generasi penerus yang diharapkan menjadi pemimpin Bangsa dimasa yang akan datang. Lebih dari itu pernyataan presiden RI tersebut menegaskan bahwa tidak boleh ada intervensi asing terhadap kedaulatan hukum yang ada di Indonesia.
     Penegakan hukum menjadi penting untuk diterapkan di dalam sistem pemerintahan di Indonesia, asalkan tidak pandang bulu, sehingga akan tercipta ketertiban dan kedamaian di wilayah kesatuan Republik Indonesia(NKRI) yang memang kita cita-citakan bersama.